Jakarta, 11 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto mendorong penyelesaian damai atas ketegangan antara Thailand dan Kamboja dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian kawasan terhadap pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan di Asia Tenggara.
Dalam forum KTT ASEAN, Prabowo menekankan bahwa dialog dan diplomasi harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan setiap perbedaan antarnegara anggota. Menurutnya, ASEAN memiliki tradisi panjang dalam menjaga perdamaian kawasan melalui komunikasi terbuka, penghormatan terhadap hukum internasional, dan semangat kerja sama regional.
Pernyataan itu muncul setelah hubungan Thailand dan Kamboja kembali menjadi sorotan akibat meningkatnya ketegangan terkait isu perbatasan dan kepentingan politik regional. Meski situasi belum berkembang menjadi konflik terbuka, sejumlah pihak di kawasan menilai diperlukan langkah diplomatik aktif agar ketegangan tidak berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan Asia Tenggara.
Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia mendukung penuh upaya mediasi dan komunikasi konstruktif antarnegara ASEAN. Ia menilai kawasan Asia Tenggara selama ini berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas karena negara-negara anggotanya mampu mengedepankan musyawarah dibanding konfrontasi.
Selain membahas isu geopolitik regional, KTT ASEAN juga menjadi forum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi, keamanan, transformasi digital, hingga ketahanan pangan. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia disebut terus mendorong ASEAN agar tetap menjadi kawasan yang solid dan tidak mudah terpecah oleh dinamika global.
Pengamat hubungan internasional menilai sikap Indonesia mencerminkan peran tradisional Jakarta sebagai salah satu motor diplomasi di ASEAN. Sebagai negara terbesar di kawasan, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk membantu menjaga komunikasi dan mendorong penyelesaian damai ketika muncul gesekan antaranggota.
Di sisi lain, sejumlah delegasi ASEAN menyambut positif seruan perdamaian yang disampaikan Prabowo. Mereka menilai stabilitas kawasan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan keberlangsungan pembangunan ekonomi di tengah situasi global yang masih dipenuhi ketidakpastian.
KTT ASEAN tahun ini juga menyoroti pentingnya menjaga sentralitas ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan geopolitik internasional. Para pemimpin negara anggota sepakat bahwa solidaritas regional harus tetap menjadi prioritas agar Asia Tenggara tidak terseret dalam rivalitas kekuatan besar dunia.
Dengan dorongan diplomasi damai yang kembali ditegaskan Indonesia, ASEAN diharapkan mampu mempertahankan citranya sebagai kawasan yang mengutamakan dialog, stabilitas, dan kerja sama regional demi kepentingan bersama seluruh negara anggotanya.








