Banyuwangi – Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Banyuwangi tidak menghalangi aktivitas ibadah di sebuah pondok pesantren. Seorang santri bahkan nekat naik ke menara masjid untuk tetap mengumandangkan azan secara manual di tengah kondisi gelap.
Tetap lanjutkan ibadah meski gelap
Saat listrik padam, sistem pengeras suara (speaker) tidak dapat digunakan seperti biasa. Namun, para santri tetap berupaya menjaga waktu salat dengan cara tradisional, termasuk mengumandangkan azan langsung dari menara.
Aksi santri jadi perhatian
Aksi santri yang naik ke menara untuk mengumandangkan azan tersebut menarik perhatian warga sekitar. Meski dalam kondisi terbatas, semangat menjalankan ibadah tetap terlihat kuat dan tidak terganggu oleh padamnya listrik.
Warga tetap tenang
Meski sempat terjadi gangguan listrik, situasi di lingkungan pesantren dan sekitarnya dilaporkan tetap kondusif. Warga tetap menjalankan aktivitas sambil menunggu listrik kembali normal.
Makna di balik kejadian
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya adaptasi dalam kondisi darurat, terutama dalam kegiatan keagamaan. Semangat untuk tetap menjaga waktu ibadah menjadi hal utama meski dengan keterbatasan fasilitas.
Penutup
Pemadaman listrik di Banyuwangi tidak menghentikan aktivitas ibadah di pesantren. Aksi santri yang naik menara untuk mengumandangkan azan menjadi simbol keteguhan dalam menjaga kewajiban meski dalam kondisi serba terbatas.








