Inggris Cetak Sejarah: Aisha Khan, PM Perempuan Muslim Pertama
Inggris Raya menorehkan sejarah baru dengan pelantikan Aisha Khan sebagai Perdana Menteri wanita Muslim pertama dalam sejarah negara tersebut. Dalam pidatonya di depan Gedung Parlemen Westminster, Khan berjanji untuk “membangun Inggris yang bersatu, inklusif, dan siap menghadapi tantangan global dengan keadilan sosial sebagai prioritas utama.”
Pemimpin Partai Buruh ini menang telak dalam Pemilu Umum 2025, mengakhiri 15 tahun dominasi Partai Konservatif.
🔍 Siapa Aisha Khan?
Aisha Khan adalah politikus muda progresif berusia 43 tahun, berlatar belakang:
-
Anak imigran Pakistan generasi kedua
-
Lulusan Ilmu Politik dari Oxford dan mantan aktivis hak perempuan
-
Pernah menjabat sebagai Sekretaris Pendidikan dan Menteri Pembangunan Sosial
-
Dikenal karena kebijakan progresif, pidato yang kuat, dan keberpihakan pada kelompok marjinal
Ia menjadi simbol politik inklusif dan representasi minoritas yang sebelumnya jarang terlihat dalam politik tingkat tinggi Inggris.
🗳️ Pemilu dan Kemenangan Telak Partai Buruh
Dalam pemilu yang digelar bulan lalu:
-
Partai Buruh memperoleh 353 kursi dari 650, mengamankan mayoritas parlemen
-
Partai Konservatif hanya meraih 188 kursi, kekalahan terbesar sejak 1997
-
Partai Hijau dan Liberal Demokrat mencatat pertumbuhan moderat
Faktor utama kemenangan Khan adalah janji kampanye tentang:
-
Pemulihan ekonomi pasca-Brexit dan pandemi
-
Reformasi sistem kesehatan (NHS)
-
Penanganan perubahan iklim
-
Reformasi sistem pendidikan dan biaya kuliah
💼 Tantangan Besar di Depan Mata
Khan mewarisi berbagai tantangan besar, termasuk:
-
Inflasi tinggi dan stagnasi pertumbuhan ekonomi
-
Krisis perumahan dan meningkatnya tunawisma
-
Ketegangan politik internal Inggris seputar isu kemerdekaan Skotlandia dan status Irlandia Utara
-
Revisi ulang hubungan dagang Inggris-Uni Eropa pasca Brexit
Pemerintah barunya juga akan menghadapi tekanan besar dari kelompok konservatif dan media terkait identitas etnis dan agama sang perdana menteri.
🌐 Respons Internasional dan Diplomasi Baru
Pelantikan Aisha Khan mendapatkan sambutan luas dari dunia internasional:
-
Presiden Prancis dan Kanselir Jerman menyambut “nafas baru diplomasi Inggris”
-
Presiden AS menyebut Khan sebagai “pemimpin modern yang mencerminkan wajah global Inggris”
-
Negara-negara mayoritas Muslim memuji pemilihan ini sebagai “simbol perubahan Barat yang terbuka”
Khan sendiri menyatakan prioritas luar negerinya adalah:
-
Merevitalisasi hubungan Inggris dengan Eropa
-
Meningkatkan keterlibatan dalam isu iklim dan pembangunan Afrika
-
Meninjau ulang aliansi militer dan ekspor senjata ke zona konflik
📚 Reaksi Domestik: Antusiasme dan Kekhawatiran
Warga Inggris memberikan reaksi beragam:
-
Kaum muda, mahasiswa, dan komunitas imigran menyambut dengan antusias
-
Sebagian kelompok konservatif menyuarakan kekhawatiran soal “perubahan budaya politik terlalu cepat”
-
Lembaga HAM dan perempuan menyebut pelantikan Khan sebagai tonggak penting representasi gender dan etnis di pemerintahan tinggi
📌 Kesimpulan
Pelantikan Aisha Khan sebagai Perdana Menteri Inggris merupakan momen bersejarah yang menandai babak baru dalam politik global. Di tengah dunia yang masih berjuang mengatasi polarisasi, ketidakadilan, dan krisis iklim, kehadiran pemimpin perempuan muda dari komunitas minoritas menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih adil dan setara.