Jakarta, 1 September 2026 – Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 dengan mendorong investasi tumbuh setidaknya 7 persen. Target tersebut tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat laju perekonomian nasional. Investasi dinilai memiliki peran penting karena tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi. Pemerintah berharap peningkatan investasi dapat menjadi salah satu penggerak utama untuk membawa pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada RAPBN 2027 akan ditopang oleh sejumlah komponen utama. Konsumsi masyarakat diproyeksikan tumbuh 5,4 persen, konsumsi pemerintah 5,6 persen, investasi setidaknya 7 persen, sedangkan ekspor ditargetkan tumbuh 7,5 persen. Komposisi tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga sebagai mesin pertumbuhan. Peningkatan investasi dan ekspor juga diharapkan mampu memperkuat sisi produksi sekaligus memperluas kapasitas ekonomi nasional.
Dorongan terhadap investasi menjadi penting karena pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi menghasilkan penerimaan negara yang lebih kuat. Suahasil menyebut tantangannya adalah bagaimana peningkatan aktivitas ekonomi dapat diterjemahkan menjadi penerimaan negara. Ketika investasi berkembang, kegiatan produksi, perdagangan, tenaga kerja, dan konsumsi berpotensi ikut meningkat. Rantai aktivitas tersebut pada akhirnya dapat memperluas basis ekonomi dan memberikan ruang lebih besar bagi penerimaan negara. Karena itu, investasi ditempatkan sebagai salah satu komponen penting dalam pencapaian target pertumbuhan 2027.
Pemerintah juga berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih mendukung melalui penyelesaian berbagai hambatan yang dapat mengganggu realisasi proyek. Penyederhanaan proses bisnis dan percepatan penyelesaian persoalan investasi menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menarik lebih banyak modal. Sejumlah sektor strategis, termasuk hilirisasi industri dan pengembangan sumber daya alam, dipandang memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Investasi di sektor tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan tambahan modal, tetapi juga memperkuat industri domestik dan membuka kesempatan kerja. Dengan demikian, pertumbuhan investasi diarahkan agar memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian.
Selain mendorong investasi, pemerintah perlu menjaga stabilitas fiskal agar kebijakan pertumbuhan tetap berjalan secara berkelanjutan. Dalam RAPBN 2027, belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun atau tumbuh 3,9 persen dibandingkan outlook 2026. Pemerintah juga menargetkan defisit APBN sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pengendalian defisit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal sekaligus tetap menyediakan ruang bagi pembiayaan program prioritas.
Dari sisi penerimaan, pemerintah menargetkan pendapatan negara tumbuh 6,8 persen dalam RAPBN 2027. Penerimaan perpajakan diproyeksikan meningkat 12,1 persen dibandingkan outlook 2026. Pemerintah berharap peningkatan aktivitas ekonomi dapat menjadi salah satu fondasi bagi pencapaian target tersebut. Penguatan administrasi perpajakan melalui pemanfaatan teknologi juga terus dilakukan, termasuk melalui implementasi Coretax. Perbaikan sistem perpajakan diharapkan meningkatkan kepatuhan sekaligus memperluas basis penerimaan negara.
Hilirisasi menjadi salah satu sektor yang dinilai dapat berperan dalam memperluas basis ekonomi dan perpajakan Indonesia. Pemerintah melihat pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya mineral sebagai peluang untuk meningkatkan nilai tambah sebelum produk dipasarkan. Strategi tersebut juga dapat mendorong terbentuknya industri pendukung dan memperbesar kebutuhan investasi di dalam negeri. Jika kapasitas industri bertambah, peluang penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi daerah juga semakin terbuka. Karena itu, penguatan hilirisasi menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi.
Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 sekaligus menunjukkan ambisi pemerintah untuk meningkatkan laju ekonomi di atas capaian yang selama ini berada di kisaran 5 persen. Untuk mewujudkannya, peningkatan investasi harus diikuti dengan kepastian regulasi, kemudahan perizinan, kesiapan infrastruktur, serta kondisi ekonomi yang stabil. Pelaku usaha membutuhkan kepastian mengenai prospek pasar sebelum mengambil keputusan investasi dalam skala besar. Pemerintah juga perlu memastikan investasi yang masuk memiliki kualitas dan mampu memberikan dampak terhadap produktivitas nasional.
Dengan target investasi tumbuh 7 persen, pemerintah berharap sektor tersebut dapat menjadi salah satu mesin utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027. Tantangannya adalah memastikan target tersebut tidak berhenti pada angka komitmen, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi realisasi proyek dan peningkatan kapasitas ekonomi. Percepatan investasi, hilirisasi, penguatan ekspor, serta peningkatan kualitas administrasi perpajakan akan menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Jika berbagai kebijakan dapat berjalan secara konsisten, investasi berpotensi memperkuat fondasi pertumbuhan sekaligus meningkatkan penerimaan negara.





