NEW YORK, 18 Juni 2026 – Timnas Inggris memang meraih kemenangan meyakinkan atas Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026, tetapi performa terbaik mereka justru baru terlihat setelah turun minum. Babak pertama berlangsung relatif ketat, sementara babak kedua menjadi panggung bagi Three Lions untuk menunjukkan kualitas yang membuat mereka disebut sebagai salah satu kandidat juara.
Pada 45 menit pertama, Kroasia mampu memberikan perlawanan yang cukup merepotkan. Inggris tetap menguasai permainan dalam beberapa periode, tetapi belum mampu sepenuhnya mendominasi jalannya pertandingan. Organisasi permainan Kroasia membuat para pemain Inggris kesulitan menemukan ruang yang cukup untuk mengembangkan serangan.
Situasi berubah setelah jeda. Inggris tampil dengan intensitas yang lebih tinggi dan mulai memainkan bola dengan tempo lebih cepat. Pergerakan antarlini yang semakin cair membuat pertahanan Kroasia kesulitan menjaga keseimbangan. Tekanan yang terus meningkat akhirnya menghasilkan peluang demi peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Perbedaan terbesar terlihat pada efektivitas serangan. Jika di babak pertama Inggris masih kesulitan memaksimalkan peluang, maka di babak kedua mereka tampil jauh lebih klinis. Kombinasi antara kreativitas lini tengah, kecepatan pemain sayap, dan ketajaman para penyerang membuat pertahanan lawan terus berada dalam tekanan.
Selain faktor teknis, kedalaman skuad juga menjadi keunggulan Inggris. Tim pelatih memiliki banyak pilihan pemain berkualitas yang mampu menjaga intensitas permainan tetap tinggi sepanjang pertandingan. Kondisi tersebut memungkinkan Inggris mempertahankan tekanan bahkan ketika pertandingan memasuki fase-fase akhir.
Kemenangan tersebut memberikan gambaran mengenai potensi besar yang dimiliki Three Lions. Meski belum tampil sempurna sejak menit pertama, kemampuan mereka meningkatkan level permainan ketika dibutuhkan menjadi salah satu ciri tim yang memiliki ambisi besar di turnamen. Fleksibilitas taktik dan kualitas individu para pemain menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Bagi Inggris, hasil positif pada pertandingan pembuka menjadi langkah awal yang ideal. Namun ujian sesungguhnya masih menanti, terutama ketika mereka menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas seimbang. Jika mampu mempertahankan performa seperti yang ditunjukkan pada babak kedua melawan Kroasia, peluang mereka untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026 akan semakin terbuka.
Kini perhatian tertuju pada laga berikutnya, di mana Inggris akan berusaha menjaga momentum kemenangan. Penampilan babak kedua melawan Kroasia menjadi sinyal bahwa kekuatan sebenarnya Three Lions mungkin belum sepenuhnya terlihat, dan itu menjadi kabar yang patut diwaspadai oleh para pesaing mereka.





