Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Pada Rabu pagi, 20 Agustus 2025, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi dengan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak. Erupsi tercatat melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 120 detik.
Visual sempat terhalang kabut, namun laporan warga di sekitar Lumajang mengonfirmasi adanya hujan abu tipis di beberapa desa. Meski demikian, status gunung tetap bertahan di Level II (Waspada). PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah, serta mewaspadai potensi awan panas guguran di sektor tenggara menuju Besuk Kobokan.
Tim BPBD Jawa Timur langsung melakukan sosialisasi kepada warga. Posko pengungsian sementara disiapkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa lahan pertanian dilaporkan terdampak abu vulkanik.
Erupsi Semeru menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana geologi di Indonesia. Para ahli menekankan pentingnya kesiapsiagaan, termasuk penyediaan jalur evakuasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat sekitar gunung.
Pemerintah daerah bersama aparat gabungan tetap siaga menghadapi kemungkinan erupsi susulan. Warga diminta terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan tidak mudah terprovokasi isu liar di media sosial.