Jakarta, 31 Juli 2026 – Tiga anggota Polri masuk sebagai kandidat kategori Polisi Inovatif dalam Hoegeng Awards 2026, yakni Aipda Frits Bidara, Kombes Christian Tobing, dan Brigadir Renita Rismayanti. Ketiganya membawa inovasi dengan latar tugas dan tantangan berbeda, mulai dari pelayanan identifikasi masyarakat, pembenahan pelayanan kepolisian di tingkat wilayah, hingga transformasi pengelolaan data kriminal dalam misi internasional. Mereka masuk tiga besar setelah melalui proses penilaian Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026. Kategori Polisi Inovatif menempatkan dampak nyata dari gagasan dan program sebagai salah satu perhatian utama dalam menentukan figur teladan. Penerima penghargaan kategori tersebut dijadwalkan diumumkan dalam puncak Hoegeng Awards 2026 pada 31 Juli.
Aipda Frits Bidara bertugas sebagai Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Salah satu inovasi yang membuat namanya mendapat perhatian adalah program Sidik Jari Gratis Presisi atau SIGAP Goes To School. Program tersebut membawa pelayanan identifikasi lebih dekat kepada pelajar sehingga layanan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor kepolisian. Pendekatan jemput bola tersebut menjadi penting bagi wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan mobilitas berbeda dibandingkan kota besar. Inovasi Frits menunjukkan bahwa perubahan pelayanan tidak selalu harus menggunakan teknologi kompleks, tetapi dapat dimulai dengan memahami hambatan yang dihadapi masyarakat.
Kandidat berikutnya adalah Kombes Christian Tobing yang menjabat Kapolresta Sidoarjo, Jawa Timur. Sebagai pimpinan kepolisian wilayah, inovasi yang dilakukan berkaitan dengan bagaimana organisasi memberikan pelayanan sekaligus merespons kebutuhan masyarakat secara lebih efektif. Posisi Kapolresta membuat pembaruan tidak hanya menyangkut satu unit, tetapi dapat melibatkan koordinasi personel dan berbagai fungsi kepolisian. Kemampuan membangun sistem yang dapat diterapkan secara konsisten menjadi penting karena inovasi pelayanan harus tetap berjalan meskipun menghadapi perubahan situasi. Dampak terhadap masyarakat dan internal organisasi menjadi bagian yang membuat inovasi di tingkat kepolisian wilayah memiliki tantangan tersendiri.
Brigadir Renita Rismayanti membawa pengalaman berbeda karena inovasinya berkembang ketika menjalankan tugas internasional. Anggota Divisi Hubungan Internasional Polri tersebut pernah menjadi Crime Database Officer dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah. Renita berperan dalam mengubah pencatatan data yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi sistem basis data yang lebih terintegrasi. Informasi kriminal kemudian dapat diolah dan digunakan secara lebih cepat untuk membantu pemetaan situasi keamanan. Kontribusi tersebut memperlihatkan bagaimana kemampuan anggota Polri dapat memberikan dampak hingga lingkungan kerja internasional.
Selama menjalankan misi PBB, Renita juga terlibat dalam pengintegrasian database UN Police dengan platform digital yang memungkinkan informasi terhubung dengan sistem yang lebih luas. Selain membenahi pengelolaan data internal misi, ia bersama tim turut membantu pengembangan sistem pencatatan untuk kepolisian lokal Afrika Tengah. Perubahan tersebut penting karena pencatatan kasus sebelumnya masih banyak bergantung pada buku dan proses manual. Perangkat pendukung disiapkan sekaligus diikuti pelatihan agar personel setempat dapat menggunakan sistem tersebut. Kontribusinya kemudian mengantarkan Renita memperoleh penghargaan sebagai Polwan Terbaik PBB pada 2023.
Meski memiliki bentuk berbeda, inovasi ketiga kandidat mempunyai kesamaan berupa upaya menyelesaikan persoalan yang ditemui langsung dalam pekerjaan. Frits mendekatkan pelayanan identifikasi kepada masyarakat, Christian membawa pembaruan melalui kepemimpinan kepolisian wilayah, sementara Renita memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan pengelolaan informasi keamanan. Model seperti ini menunjukkan inovasi dalam kepolisian dapat hadir dalam berbagai skala. Teknologi dapat menjadi instrumen penting, tetapi perubahan prosedur dan pendekatan pelayanan juga dapat menghasilkan dampak besar. Faktor utama adalah kemampuan menemukan persoalan dan menciptakan solusi yang dapat diterapkan.
Hoegeng Awards 2026 sendiri menghadirkan lima kategori penghargaan bagi anggota Polri, yaitu Polisi Berintegritas, Polisi Inovatif, Polisi Berdedikasi, Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Kehadiran kategori yang berbeda memberikan ruang untuk melihat berbagai bentuk pengabdian anggota kepolisian. Polisi yang bekerja dengan inovasi teknologi menghadapi tantangan berbeda dengan mereka yang bertugas di daerah terpencil maupun menangani kelompok rentan. Namun, seluruh kategori memiliki benang merah berupa dampak terhadap masyarakat dan kualitas pelaksanaan tugas. Penilaian terhadap figur teladan diharapkan dapat mendorong praktik positif diterapkan lebih luas.
Aipda Frits Bidara, Kombes Christian Tobing, dan Brigadir Renita Rismayanti akhirnya membawa tiga gambaran berbeda mengenai inovasi di tubuh Polri. Dari wilayah kepulauan Sulawesi Utara, kawasan perkotaan Jawa Timur, hingga penugasan internasional di Afrika Tengah, masing-masing menunjukkan bahwa pembaruan dapat lahir dari kebutuhan yang ditemukan ketika menjalankan tugas. Puncak Hoegeng Awards 2026 pada 31 Juli akan menentukan siapa yang memperoleh penghargaan kategori Polisi Inovatif. Terlepas dari hasil akhirnya, keberadaan ketiga kandidat memperlihatkan pentingnya gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi perubahan nyata. Inovasi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.





