Jakarta, 4 Juni 2026 – Manchester City dikabarkan mempertimbangkan langkah hukum terhadap salah satu calon presiden Real Madrid setelah nama Erling Haaland disebut dalam materi kampanye yang beredar di kalangan anggota klub.
Kontroversi muncul ketika kandidat tersebut diduga menggunakan nama Haaland sebagai bagian dari janji atau visi kampanyenya terkait masa depan Real Madrid. Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian karena Haaland masih terikat kontrak dengan Manchester City dan merupakan salah satu pemain paling penting dalam proyek olahraga klub asal Inggris tersebut.
Pihak Manchester City disebut tidak senang dengan penggunaan nama pemainnya dalam konteks politik internal klub lain. Klub menilai penyebutan tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi yang tidak perlu mengenai masa depan Haaland, sekaligus dapat memengaruhi stabilitas pemain dan tim. Karena itu, manajemen dikabarkan sedang mempelajari berbagai opsi yang tersedia, termasuk kemungkinan mengambil langkah hukum apabila dianggap ada pelanggaran tertentu.
Di sisi lain, kubu calon presiden Real Madrid diyakini memandang penyebutan Haaland sebagai bagian dari gambaran ambisi klub untuk terus menghadirkan pemain-pemain terbaik dunia. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai apakah terdapat pendekatan resmi terhadap sang striker ataupun rencana transfer yang konkret.
Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana nama pemain bintang seperti Haaland sering menjadi bagian dari berbagai spekulasi dan dinamika di dunia sepak bola. Sementara itu, Manchester City tetap menegaskan bahwa fokus mereka adalah mempertahankan pemain kunci dan melanjutkan proyek jangka panjang klub. Para penggemar kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait respons resmi kedua pihak terhadap polemik yang sedang berkembang tersebut.






