Jakarta, 8 Mei 2026 – Pemindahan lokasi laga big match antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta ke Samarinda memunculkan beragam reaksi dari banyak pihak. Salah satu yang paling mencuri perhatian datang dari gelandang Persib, Marc Klok, yang secara terbuka menyebut keputusan tersebut terasa “lucu” dan tidak biasa untuk pertandingan sebesar rivalitas klasik sepak bola Indonesia itu.
Menurut Marc Klok, pertandingan antara Persib dan Persija seharusnya memiliki atmosfer khas yang lahir dari dukungan langsung suporter kedua tim di kota asal masing-masing. Pemindahan venue dianggap mengurangi nuansa emosional yang selama ini menjadi daya tarik utama laga sarat gengsi tersebut. Klok menilai pertandingan klasik semacam ini selalu dinanti publik sepak bola nasional karena tensi tinggi, sejarah panjang, serta antusiasme suporter yang luar biasa.
Keputusan memindahkan pertandingan ke Samarinda disebut dilakukan demi pertimbangan keamanan dan teknis penyelenggaraan. Namun, situasi itu justru memancing diskusi di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Banyak yang mempertanyakan mengapa duel sebesar Persib kontra Persija kembali harus dimainkan jauh dari basis utama kedua klub.
Marc Klok sendiri mengaku tetap profesional dan siap tampil di mana pun pertandingan digelar. Meski begitu, ia tidak menampik bahwa atmosfer pertandingan tentu akan berbeda dibanding jika dimainkan di Bandung atau Jakarta. Pemain naturalisasi tersebut menilai laga klasik Indonesia idealnya tetap berlangsung di stadion yang memiliki ikatan historis dengan kedua klub.
Rivalitas Persib dan Persija memang dikenal sebagai salah satu pertandingan paling panas di Asia Tenggara. Setiap pertemuan kedua tim hampir selalu menyedot perhatian besar, baik di stadion maupun di media sosial. Tak hanya soal perebutan poin di klasemen, duel ini juga membawa gengsi tinggi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.
Pemindahan venue ke Samarinda diperkirakan tetap akan menarik minat penonton lokal Kalimantan Timur. Banyak penggemar sepak bola di luar Pulau Jawa justru menyambut positif kesempatan menyaksikan langsung laga elite Liga Indonesia yang jarang digelar di wilayah mereka. Stadion di Samarinda pun diprediksi akan dipenuhi suporter netral maupun pendukung kedua tim yang datang dari berbagai daerah.
Di sisi lain, sebagian suporter menyayangkan keputusan tersebut karena merasa kehilangan momen mendukung tim kesayangan di kandang asli. Atmosfer koreografi, chant, dan tekanan tribun yang biasa menghiasi duel Persib kontra Persija diyakini tidak akan sepenuhnya terasa di venue netral.
Hingga kini, pihak operator liga dan panitia pelaksana masih terus melakukan koordinasi terkait pengamanan pertandingan. Duel antara Persib dan Persija dipastikan tetap menjadi salah satu laga paling dinantikan musim ini, terlepas dari lokasi penyelenggaraannya yang menuai kontroversi.





